Pengertian SDR dan PN Pada Pipa Hdpe

Apa Arti SDR dan PN di Pipa HDPE?

Pipa HDPEPipa HDPE memang lebih fleksibel, walaupun kekuatannya masih kalah dengan pipa besi. Namun masih banyak yang belum paham apa itu pipa HDPE? Kenapa pula perlu mengetahui PN dan SDR sebelum melakukan instalasi?

Pengertian Pipa HDPE

Pipa HDPE merupakan jenis lain dari pipa berbahan PE / Polyethylene / Plastik dengan densitas tinggi. Densitas dari bahan-bahan pembuat pipa HDPE sebesar 0,941 g/cm3.

Untuk menandai tingkat tekanan yang bisa diterima pipa HDPE adalah kode PN (Pressure Nominal). Dimana kode ini pasti diikuti oleh angka yang menunjukkan berapa maksimal kemampuannya menerima tekanan. Contohnya, pipa HDPE dengan kode PN 16, itu berarti berarti pipa HDPE tersebut sanggup menahan tingkat tekanan sebanyak 16 x 100 kpa (1600 kpa = 16 bar).

Bahan pembuat pipa HDPE memiliki standar food grade, sehingga cocok untuk digunakan sebagai instalasi saluran air bersih. Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan pipa yang tidak bisa berkarat karena bukan besi, tahan lama (dalam kondisi normal bisa tahan 50 tahun), dan fleksibel dibandingkan pipa besi.

Manfaat Pipa HDPE

Harga pipa HDPE jauh lebih mahal dibandingkan harga dari jenis pipa lain. Maklum, harga tinggi ini menjamin kualitas pipa HDPE lebih bagus.

Pipa HDPE bermanfaat untuk membuat jaringan saluran air (limbah, pipa bawah air, sanitasi, buangan hujan) dan jaringan saluran gas (gas alam dan biogas). Umumnya, pipa HDPE yang difungsikan untuk saluran air bersih berwarna hitam dengan garis biru sebagai standar internasional pipa air bersih. Sedangkan, pipa HDPE untuk saluran gas warnanya kuning.

Menentukan Pipa HDPE Sesuai Kebutuhan Pemakaian

Bagaimana cara menentukan tipe pipa HDPE yang sesuai dengan kebutuhan, khususnya untuk menentukan jaringan pipa gas bertekanan? Jawabannya mengacu pada kode PE, PN, dan SDR.

1. PE (Polyethylene)

PE merupakan kode Polyethylene (plastik) yang dipakai sebagai bahan baku pipa PE. Kode PE ini selalu diikuti angka dan mengacu pada densitas bahannya. Di Indonesia, secara umum hanya dikenal dua kode PE untuk pipa, yaitu PE-80 (MDPE) dan PE-100 (HDPE).

2. PN (Pressure Nominal)

PN merupakan kode yang digunakan untuk menilai kemampuan piapa menahan tekanan. Untuk bisa mengetahui kebutuhan PN secara pasti agak sedikit rumit. Karena perhitungan PN memakai banyak parameter.

Itulah kenapa PN dikategorikan langsung sesuai SDR. Contoh pipa HDPE dengan SDR 11, maka dikategorikan ke kelompok PN 16. Kemudian pipa SDR 17 masuk pada kelompok PN 10.

3. SDR (Standar Dimension Ratio)

SDR merupakan kode yang dipakai untuk mengetahui ketebalan dinding pipa HDPE dengan rumus yang ditentukan. Rumus mengetahui ketebalan dinding pipa dengan cara membagi diameter luar atau OD (Outer Diameter) dengan SDR-nya.

Rumus: Ketebalan dinding pipa = Out Diameter (OD) : SDR

Kenapa harus mengacu pada PN atau SDR pipa HDPE saat hendak melakukan instalasi? Hal ini karena, jika pipa dipasang tanpa perhitungan yang pasti dan tepat, maka sistem penyaluran pada pipa takkan berjalan sesuai harapan. Efeknya, pipa cepat rusak, air tidak mengalir pada keran yang diinginkan karena lebih dulu terbuang pada keran lain.

Perlu diketahui, harga pipa HDPE berbeda-beda di pasaran. Hal ini tergantung dari penjual maupun distributornya. Anda perlu mendapatkan distributor pipa HDPE yang terpercaya agar mendapatkan harga terbaik. Silakan hubungi kami langsung disini.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *